kop3
 
 
         
1
sarp
kur
infor
 
 

PENGUMUMAN :

 
 
 
     
 

VISI

 

“Terwujudnya Lulusan yg unggul, mandiri, kompettif, berkarakter serta berlandaskan iman dan taqwa"

 
     
     
 

MISI

 
 
  • Mencapai kelulusan 100% Ujian Sekolah dan Ujian Nasional dengan nilai rata-rata ≥ 75.
  • Menyiapkan lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi negeri dan swasta ternama di dalam maupun luar negeri, Akademi TNI, Akpol, Sekolah Kedinasan dan lain-lain.
  • Mencapai lolos seleksi ke Perguruan Tinggi ternama di dalam maupun luar negeri, Akademi TNI, Akpol, Sekolah Kedinasan dan lain-lain.
  • Memperoleh nilai standar TOEFL minimal 450
  • Mengembangkan standar penilaian nasional dan internasional.
  • Mencapai prestasi dalam lomba-lomba tingkat nasional maupun internasional dalam bidang Iptek, Sains, Seni dan Olahraga.
  • Melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan multi-resources, berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
  • Membudayakan literasi, menulis, dan menghasilkan karya dalam bidang IPTEK.
  • Melaksanakan pembelajaran dengan berbagai strategi, pendekatan saintifik, dan metode untuk mewujudkan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi serta berpusat pada peserta didik, untuk menumbuhkan peserta didik yang menguasai kemampuan dasar yang diperlukan di abad 21 yaitu Critical thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity (4C).
  • Menerapkan kurikulum nasional yang diperkaya dengan isi kurikulum negara anggota Organization Economic, Culture Development (OECD) dan negara maju lainnya untuk mapel MIPA, Ekonomi, dan Bahasa Inggris , serta menerapkan kurikulum khusus bela negara dan kemaritiman. Panduan PPDB SMA Negeri Taruna Nala Jatim 2018/2019 | 5
  • Melakukan visitasi, komparasi, dan pertukaran pelajar dengan sekolah unggul lain di dalam dan luar negeri.
  • Melakukan studi ilmiah ke Perguruan Tinggi, AKADEMI TNI, AKPOL, sekolah tinggi kedinasan maupun dunia usaha dan industri di dalam dan luar negeri.
  • Menumbuhkan semangat keunggulan yang tinggi dalam berbagai kompetensi bagi seluruh warga sekolah.
  • Menumbuhkan dan mengembangkan kemandirian dalam kehidupan berasrama.
  • Melaksanakan penilaian diri dan teman sebaya untuk mengenali potensi diri 16. Menerapkan 7 kebiasaan baik untuk menjadi manusia yang efektif (7 habits for highly effective people) yaitu: Be pro-active (jadilah pro-aktif), begin with the end in mind (mulai dari tujuan akhir), put first thing first (dahulukan yang utama), think win-win (berpikir menang-menang), seek first to understand then to be understood (berusaha mengerti dahulu, baru dimengerti), synergize (wujudkan sinergi), and sharpen the saw (asahlah gergaji).
  • Membiasakan berbahasa asing  bagi peserta didik dalam lingkungan sekolah dan asrama.
  • Mengembangkan jiwa kewirausahaan.
  • Melaksanakan pendidikan karakter dan kepemimpinan dalam pendidikan bela negara dan kegiatan ekstra kurikuler.
  • Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama.
  • Menumbuhkan dan mengembangkan semangat kebangsaan dalam lingkungan sekolah, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan berpegang teguh kepada 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika).
  • Melaksanakan budaya sapa, senyum, dan santun terhadap sesama.
  • Membudayakan suka beramal dalam kehidupan.
  • Menerima peserta didik dari keluarga prasejahtera yang cerdas dan berkarakter positif untuk bersekolah.
  • Menjaga diri dari pornografi, pornoaksi, penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif), dan merokok.
 
a
     
 

LATAR BELAKANG

 
 

Berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa pengelolaan SMA/SMK dan Pendidikan Khusus menjadi kewenangan Pemerintah Propinsi, maka sesuai undang undang tersebut, tanggung jawab pengelolaan SMAN 3 Madiun, Jawa Timur beralih ke Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur. Pada perkembangan selanjutnya SMAN 3 Madiun ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, untuk dikembangkan menjadi SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur, Madiun.
Kemudian menindaklanjuti penunjukkan sekolah tersebut, maka dilaksanakan penandatanganan Piagam Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Nomor : 120.23/209/KSB/033.4/2018, Nomor : KB/6/II/2018 tanggal dua belas bulan Februari tahun Dua Ribu Delapan Belas (12 – 02 – 2018), tentang Kerjasama dalam rangka Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia bidang Pendidikan Menengah di Jawa Timur, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Nomor : 120.23/210/PKS/033.4/2018, dan Nomor : Perjama/1/II/2018, hari Senin tanggal dua belas Februari tahun dua ribu delapan belas (12-02-2018) tentang Peningkatan Pendidikan dan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Penerapan Kurikulum Khusus Bela Negara dan Kedirgantaraan pada SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Jawa Timur.
SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur, Madiun adalah sekolah negeri unggulan yang menerapkan sistem Pendidikan Terpadu yang meliputi kegiatan pengajaran, pelatihan jasmani serta pengasuhan diharapkan dapat menjawab tantangan masa depan di era global yang membutuhkan pemimpin unggul di bidang akademik dan non akademik, memiliki kemandirian dan berkarakter kebangsaan yang kuat.
SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur, Madiun menggunakan Kurikulum Nasional 2013 dan mengembangkan pendidikan berasrama yang wajib diikuti oleh semua peserta didik selama menjalani pendidikan di SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur, Madiun. Sistem pendidikan ini memberikan penguatan nilai nilai religius, karakter mulia, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Selain itu, peserta didik juga mendapatkan kurikulum khusus bela Negara dan kedirgantaraan yang diampu oleh pihak TNI AU dengan mengadopsi system pendidikan yang ada pada TNI AU.
Kurikulum khusus Bela Negara dan kedirgantaraan tersebut meliputi:

    • Aspek pengetahuan tentang bela negara, wawasan nusantara, ketahanan nasional, wawasan kedirgantaraan, kepemimpinan, komunikasi, etika, peraturan umum kehidupan sekolah, dan tata upacara.
    • Aspek ketrampilan yaitu kesamaptaan jasmani, ketrampilan jasmani (bela diri karate dan renang), pendidikan baris berbaris, marching band, dan outbond.
    • Aspek bimbingan dan pengasuhan yang terdiri atas pengenalan diri, pengembangan karakter, pengembangan kepemimpinan, kerjasama kelompok, manajemen resiko, dan tradisi atau kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan berasrama dan sekolah.

Setelah lulus, diharapkan peserta didik dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, Sekolah Kedinasan, Akademi Militer, Akademi Kepolisian, dan lain-lain sesuai dengan cita - citanya agar menjadi calon  pemimpin masa depan bangsa yang religius, kompeten, bermoral Pancasila, berwawasan global dan mampu bersaing secara nasional maupun internasional serta siap menghadapi tantangan di masa depan.

Dasar Hukum

    • Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
    • Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
    • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang telah disempurnakan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan dan diperbarui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan
    • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
    • Piagam Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Nomor :  120.23 / 209 / KSB / 033.4 / 2018, dan Nomor : KB / 6 / II / 2018 tanggal dua belas bulan Februari tahun Dua Ribu Delapan Belas (12 – 02 – 2018), tentang Kerjasama dalam rangka Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia bidang Pendidikan Menengah di Jawa Timur.

Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Nomor : 120.23 / 210 / PKS / 033.4 / 2018, Nomor : Perjama / 1 / II / 2018, hari Senin tanggal dua belas Februari tahun dua ribu delapan belas (12-02-2018) tentang Peningkatan Pendidikan dan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Penerapan Kurikulum Khusus Bela Negara dan Kedirgantaraan pada SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Jawa Timur

 
     
 
TUJUAN
 
 
  1. TUJUAN SEKOLAH

Tujuan SMA Negeri 3 Madiun adalah:

    1. Tercapainya kelulusan 100% Ujian Sekolah dan Ujian Nasional dengan nilai rata-rata ≥ 75.
    2. Terselenggaranya penyiapan lulusan di Perguruan Tinggi negeri dan swasta ternama di dalam maupun luar negeri, Akademi TNI, Akpol, Sekolah Kedinasan dan lain-lain.
    3. Lolos seleksi ke Perguruan Tinggi ternama di dalam maupun luar negeri, Akmil, Akpol, Sekolah Kedinasan dan lain-lain.
    4. Terlaksananya pengembangan standar penilaian nasional dan internasional.
    5. Tercapainya prestasi dalam lomba-lomba tingkat nasional maupun internasional dalam bidang Iptek, Sains, Seni dan Olahraga.
    6. Terlaksananya pembelajaran dengan memanfaatkan multi-resources, berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
    7. Tercapainya budaya literasi, menulis, dan menghasilkan karya dalam bidang IPTEK.
    8. Terlaksananya pembelajaran dengan berbagai strategi, pendekatan saintifik, dan metode untuk mewujudkan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi serta berpusat pada peserta didik, untuk menumbuhkan peserta didik yang menguasai kemampuan dasar yang diperlukan di abad 21 yaitu Critical thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity (4C).
    9. Terlaksananya kurikulum nasional dan menerapkan kurikulum khusus bela negara dan Kedirgantaraan.
    10. Terselenggaranya visitasi, komparasi, dan pertukaran pelajar dengan sekolah unggul lain di dalam dan luar negeri.
    11. Terlaksananya studi ilmiah ke Perguruan Tinggi, AKADEMI TNI, AKPOL, sekolah tinggi kedinasan maupun dunia usaha dan industri di dalam dan luar negeri.
    12. Tercapainya semangat keunggulan yang tinggi dalam berbagai kompetensi bagi seluruh warga sekolah.
    13. Tercapainya kemandirian dalam kehidupan berasrama.
    14. Terlaksananya penilaian diri dan teman sebaya untuk mengenali potensi diri.
    15. Terlaksananya 7 kebiasaan baik untuk menjadi manusia efektif (7 habits for highly effective people) yaitu: Be pro-active (jadilah pro-aktif), begin with the end in mind (mulai dari tujuan akhir), put first thing first (dahulukan yang utama), think win-win (berpikir menang-menang), seek first to understand then to be understood (berusaha mengerti dahulu, baru dimengerti), synergize (wujudkan sinergi),dan sharpen the saw (asahlah gergaji).
    16. Tercapainya pembiasaan berbahasa asing (Inggris, Jepang, Mandarin) bagi peserta didik dalam lingkungan sekolah dan asrama.
    17. Terwujudnya jiwa kewirausahaan.
    18. Terlaksananya pendidikan karakter dan kepemimpinan dalam pendidikan bela negara dan kegiatan ekstra kurikuler.
    19. Terlaksananya penghayatan dan pengamalan ajaran agama.
    20. Terlaksananya semangat kebangsaan dalam lingkungan sekolah, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan berpegang teguh kepada 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika).
    21. Terlaksananya budaya sapa, senyum, dan santun terhadap sesama.
    22. Terlaksananya budaya suka beramal dalam kehidupan.
    23. Diterimanya peserta didik dari keluarga prasejahtera yang cerdas dan berkarakter positif untuk bersekolah.
    24. Terjaganya diri dari pornografi, pornoaksi, penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif), dan merokok.
    25. Terbiasa memelihara kebersihan diri dan lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
    26. Terlaksananya partisipasi dalam acara kedaerahan yang diadakan oleh pemerintah daerah dan nasional.
    27. Tersedianya sarana pokok dan penunjang yang terpelihara, memadai dan sesuai SNP.
    28. Tersedianya biaya operasional pendidikan dan dana investasi  yang cukup dan memadai.
    29. Tersedianya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas.
    30. Terpilihnya peserta didik yang berkualitas sesuai kriteria yg ditetapkan
    31. Terlaksananya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
 

 

.

 
 
 
11
 
A
 
 
3
 
G
 
 
D
 
A
 
 
f
 
f